Photobucket" width="100" height="100" />


















































Laman

Rabu, 25 Mei 2011

Concept of integrated information system

Concept of integrated information system
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsystem). Masing-masing sub sistem dapat terdiri dari sub sistem-sub sistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Sub sistem perangkat keras (hardware) dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan luar. Sub sistem-sub sistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem-subsitem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated)
1.1 Pengertian SistemDalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu :a.Pendekatan yang menekankan prosedur.Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut :Sistem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (Gerald. J., 1991)Prosedur-prosedur yang saling berhubungan didefinisikan sebagai berikut:Suatu prosedur adalah suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi (Neuschel. R,1971)Prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya. (Gerald. J., 1991)b.Pendekatan yang menekankan urutan operasi.Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada urut-urutan operasi di dalam sistem mendefinisikan sistem sebagai berikut :Sistem sebagai bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud. (Davis, 1985)Sistem sebagai suatu komponen atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling bergantung, satu sama lain dan terpadu. (Lucas, 1989)Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. (McLeod)

Concept of integrated information system

Concept of integrated information system
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsystem). Masing-masing sub sistem dapat terdiri dari sub sistem-sub sistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Sub sistem perangkat keras (hardware) dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan luar. Sub sistem-sub sistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem-subsitem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated)
1.1 Pengertian SistemDalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu :a.Pendekatan yang menekankan prosedur.Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut :Sistem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (Gerald. J., 1991)Prosedur-prosedur yang saling berhubungan didefinisikan sebagai berikut:Suatu prosedur adalah suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi (Neuschel. R,1971)Prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya. (Gerald. J., 1991)b.Pendekatan yang menekankan urutan operasi.Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada urut-urutan operasi di dalam sistem mendefinisikan sistem sebagai berikut :Sistem sebagai bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud. (Davis, 1985)Sistem sebagai suatu komponen atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling bergantung, satu sama lain dan terpadu. (Lucas, 1989)Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. (McLeod)

daftar pustaka akuntansi


DAFTAR PUSTAKA
Ang, Robert (1997), Buku Pintar Pasar Modal Indonesia, Jakarta, Mediasoft Indonesia.
Archelis, Steve (2000), Technical Analysis From A to Z, Equis International
Fernandez-Rodriguez, Fernando; Christian Gonzales-Martel; Simon Sosvilla-Rivero (1999), Technical Analysis in the Madrid Stock Exchange, Fundacion de Estudios Economia Aplicada Working Paper, April 1999.
Fernandez-Rodriguez, Fernando; Christian Gonzales-Martel; Simon Sosvilla-Rivero (2000), Technical Analysis in Foreign Exchange Markets : Linear versus Nonlinear trading Rules, Fundacion de Estudios Economia Aplicada Working Paper, September 2000.
Fernandez-Rodriguez, Fernando; Christian Gonzales-Martel; Simon Sosvilla-Rivero (2001), Optimization of Technical Trading Rules by Genetic Algorithms : Evidence from the Madrid Stock Exchange, Fundacion de Estudios Economia Aplicada Working Paper, August 2001.
Firmansyah (2000), “Peramalan Inflasi Dengan Metode Box-Jenkins (ARIMA) : Studi Kasus Tingkat Inflasi Kota Semarang dan Yogyakarta 1994-2000, Media Ekonomi & Bisnis Vol. XII No.2 Desember 2000
Gujarati, D.N (2003), Basic Econometric, 4th Edition; McGraw Hill, Inc.
Huang, Stanley C (1990), Timing The Stock Market for Maximum Profit, Probus publishing company, Chicago, Illinois.
Qizam, Ibnu (2001), Analisis Kerandoman Perilaku Laba Perusahaan di Bursa Efek Jakarta, Simposium Nasional Akuntansi IV IAI-KAPd, Agustus.
Machfoed, Mas'ud (1994), Financial Ratio Analysis and The Prediction of Earnings Changes in Indonesia, Kelola, No. 7/III/1994:114-134.
Hanafi, Mamduh (1997), Informasi Laporan Keuangan: Studi Kasus pada Emiten BEJ, Kelola, No. 16/VI/1997
Kusumadewi, Sri (2003), Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya), Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.
________________(2004), Membangun Jaringan Syaraf Tiruan (Menggunakan MATLAB dan Excel Link), Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta
Nur Fadjrih Asyik (1999), Tambahan Kandungan Informasi Arus Kas, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol 2, No 2.
Parawiyati dan Zaki Baridwan (1998), Kemampuan Laba dan Arus Kas dalam Memprediksi Laba dan Arus Kas Perusahaan Go Publik di Indonesia, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol 1, No.1, Januari:1-10.
Parisi, Franci dan Alejandra Vasques (2000), Simple Technical Trading Rules of Stock Returns : Evidence From 1987 – 1998 in Chile, Emerging Market Review, Vol 1.
Sartono, Agus dan Sri Zulaihati (1998), “Rasionalitas Investor Terhadap Pemilihan Saham dan Penentuan Portofolio Optimal dengan Indeks Tunggal di BEJ”, Kelola No.17, Juli
Trisnawati, Rina (1999), Pengaruh Informasi Prospektus Pada Return Saham di Pasar Modal, Simposium Nasional Akuntansi II dan Rapat Anggota II, Ikatan Akuntan Indonesia, Kompartemen Akuntan Pendidik, 24-25 September:1-13.
Seiler, Michael J. dan Walter Rom (1997), A Historical Analysis of Market Efficiency : Do Historical Returns Follow a Random Walk, Journal of Financial and Strategic Decision, Vol. 10, No.2.
Sekaran, Uma (1992), Research Methods for Business : Skill Building Approach;2nd Edition, John Wiley & Sons, Inc.
Sharpe, William F.,Gordon, J. Alexander dan V, Bailey (1995), Investment, Prentice Hall, New York.
Siddarta Utama dan Anto Yulianto Budi Santoso (1998), Kaitan antara Price/Book value dan Imbal Balik Saham pada Bursa Efek Jakarta, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 1, No.1, Januari:127-139.
Syahib Natarsyah (2000), Analisis Pengaruh Beberapa Faktor Fundamental dan Risiko Sistematik Terhadap Harga Saham: Kasus Industri Barang Konsumsi yang Go Publik di Pasar Modal Indonesia, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 15, No.3:294-312.
Triyono dan Jogiyanto Hartono (2000), Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas dan laba Akuntansi dengan Harga Saham atau Return Saham, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol.2.,No.1.
Utami, Wiwik dan Suharmadi (1998), Pengaruh Informasi Penghasilan Perusahaan Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 1, No. 2, Juli:255-268.
Siang, Jong Jek (2005), Jaringan Syaraf Tiruan dan Pemrogramannya Menggunakan MATLAB, Andi Offset, Yogyakarta.
Trisna Dhuwita, Qiqin (2003), Pengujian Penerapan Analisis Teknikal dalam memprediksi Indeks LQ45 di bursa efek jakarta, Tesis tidak dipublikasikan, MAKSI UNDIP, Semarang.
Yao, Jingtao; Chew Lim Tan dan Jean-Lee Poh, “Neural Networks For Technical Analysis : A Study on KLCI”, International Journal of Theoretical and Applied Finance Vol 2, No 2 (1999) 221-241

konsep sistem informasi

Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
1
Konsep Sistem Informasi
Kebutuhan Sistem Informasi
Semua organisasi membutuhkan aliran informasi yang membantu manajer untuk
mengambil bermacam keputusan yang dibutuhkan. Aliran informasi ini diatur dan
diarahkan dalam suatu sistem informasi. Sistem informasi berperan dalam proses
pengambilan keputusan operasional harian sampai perencanaan jangka panjang.
Sebelum komputer ada, sistem informasi sudah menjadi kebutuhan organisasi. Ini
berarti sistem informasi tidak selamanya berbasis komputer. Namun dengan
berkembangnya fungsi komputer, sistem informasi saat ini umumnya didukung penuh
oleh komputer. Dengan demikian istilah sistem informasi lebih sering berarti sistem
informasi berbasis komputer.
Sistem informasi berbasis komputer mempunyai 6 bagian: hardware, software,
data/informasi, proseder, komunikasi dan orang. SI ditentukan dalam perusahaan
bergantung pada sifat dan struktur bisnisnya. Ini berarti SI bersifat modifikatif terhadap
kebutuhan organisasi.
Komponen prosedur dalam SI berkaitan dengan prosedur manual dan prosedur
berbasis komputer serta standar untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna.
Suatu prosedur adalah urutan langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan satu atau
lebih aktifitas pengolahan informasi. Pengolahan informasi ini dapat dikerjakan dengan
pengguna, atau kombinasi pengguna dan staff TI. Suatu bisnis terdiri dari berbagai
macam prosedur yang digabungkan secara logis untuk membentuk suatu sistem.
Sebagai contoh sistem yang umumnya ada dalam suatu organisasi adalah sistem
penggajian, personalia, akuntansi, dan gudang.
Data mengalir dari bermacam sumber seperti : konsumen yang membeli produk
atau layanan, penjual yang menyediakan barang, bank, agen pemerintah, dan agen
asuransi. Sistem informasi membantu organisasi mengolah data tersebut menjadi
informasi yang lengkap dan berguna.
Contoh kasus: Sistem informasi dalam Ekonomi Global pada Boehringer Ingelheim
Jerman.
Boehringer Ingelhiem adalah satu dari 20 perusahaan farmasi terbesar di dunia.
Dengan pendapatan US$7.6 juta dan 32.000 pegawai di 60 negara, perusahaan ini
memiliki beberapa segmen seperti manufaktur dan pemasaran obat, produk industri dan
produk kesehatan hewan. Dengan ukuran yang begitu besar manajemen merasakan
kesulitan untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mengalir. Makin besar
perusahaan, makin lambat aliran informasi.
Manajer tingkat atas mengambil keputusan untuk menerapkan sistem informasi
dari SAP, perusahaan software perusahaan besar. Diperlukan 14 bulan untuk menerapkan
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
2
sistem baru dan melatih para staff menggunakan sistem tersebut. Pada akhirnya investasi
siste informasi ini berbuah baik. Software tersebut menyediakan sistem standar yang
digunakan oleh semua segmen bisnis Boehringer dan informasi disajikan melalui web
yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Dengan sistem, Boehringer mampu
menyediakan laporan bulanan dalam waktu 2 jam tiap bulannya. Sistem tersebut juga
memudahkan bagian keuangan untuk melihat produktifitas dan update laporan setiap kali
dibutuhkan.
Pemanfaatan sistem informasi tidak sampai disitu saja. Boehringer menyediakan
sistem informasi bergerak untuk 1/3 pekerjanya yang bekerja di luar kantor. Dengan
sistem informasi tersebut, informasi penjualan terkini dapat diakses dan diperbarui
dimanapun.
Manajemen
Umumnya manajemen mengacu pada individu-individu dalam organisasi yang
bertanggung jawab untuk memimpin dan mengarahkan perencanaan, pengelolaan,
penyediaan staff, pengawasan dan pengendalian aktifitas bisnis. Kelima fungsi ini adalah
tugas utama manajemen yang dalam penjelasan lebih rinci adalah :
1. Perencanaan kegiatan manajer untuk menentukan tujuan dan membangun
rencana jangka panjang dan pendek untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
2. Pengelolaan struktur organisasi, standar dan prosedur kerja, rancangan kebijakan
untuk melakukan aktifitas bisnis.
3. Penyediaan staff adalah tanggung jawab untuk identifikasi kebutuhan staff,
rekrutmen, pelatihan dan penempatan.
4. Pengawasan mengarah ke pendampingan, bimbingan dan pengawasan terhadap
pekerja atau staff. Ini untuk membuat mereka selalu termotivasi, produktif dan
menghasilkan produk yang sesuai dengan kualitas yang ditentukan.
5. Pengendalian adalah tanggung jawab untuk memonitor kinerja organisasi dan
ekonomi perusahaan serta lingkungan perusahaan sehingga langkah yang diambil
meningkatkan kinerja dan keuntungan perusahaan.
Setiap fungsi-fungsi di atas melibatkan pengambilan keputusan, dan informasi dibutuhkan
untuk dapat mengambil keputusan yang tepat. Untuk itu manajemen menentukan sistem
informasi dan sub sistemnya.
Sistem informasi bisnis untuk mendukung aktifitas-aktifitas bisnis di atas
berkembang dari masa ke masa. Tingkat keterlibatan sistem informasi bisnis berbasis
komputer makin lama makin luas dan dalam. Beberapa sistem informasi bisnis yang
umum diimplementasikan dalam organisasi adalah transaction processing system,
management information system dan decicion support system.
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
3
Transaction ransaction Processing System(TPS)
TPS adalah bisnis proses pertama yang dikomputerisasi dan tanpa IS, pencatatan
dan pengolahan transaksi bisnis akan menghabiskan banyak waktu. TPS juga
menyediakan data untuk pekerja pada bisnis proses lain seperti MIS dan DSS serta ISkhusus.
TPS melayani kebutuhan dasar dari sistem lain.
TPS melakukan operasi rutin seperti pemesanan dan pembayaran yang terjadi
harian atau mingguan. Jumlah dukungan untuk pengambilan keputusan di TPS sangat
rendah. Sistem ini membutuhkan dan menghasilkan banyak data masukan dan keluaran
banyak tanpa pemrosesan yang rumit.
Contoh dari kegiatan TPS adalah transaksi penjualan, transaksi peminjaman VCD,
transaksi peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan. Pendaftaran anggota
baru, pendaftaran mahasiswa baru, dan pembayaran registrasi. Laporan yang dihasilkan
oleh TPS misalnya denda pengembalian buku harian. Daftar matakuliah semester gasal,
dan KRS mahasiswa persemester.
Management Information System
MIS berperan untuk menyediakan informasi yang tepat kepada orang yang tepat
pada waktu yang tepat dalam organisasi. Informasi tersebut digunakan para manajer
untuk mencapai tujuan organisasi. Bentuk dari informasi pada umumnya berupa laporan
untuk mendukung pengambilan keputusan. Laporan-laporan tersebut merupakan hasil
pengolahan data-data yang masuk melalui TPS secara harian ataupun mingguan.
Beberapa jenis laporan yang dihasilkan oleh MIS adalah (1) laporan rutin yang
dibuat secara periodik atau terjadwal baik harian, mingguan atau bulanan. Contoh laporan
adalah laporan penggajian karyawan, laporan harian produksi produk baru, laporan
bulanan kredit pelanggan, laporan pendapatan bulanan, laporan waktu kerja karyawan,
laporan transaksi sirkulasi perpustakaan, laporan pengeluaran bulanan. (2) Laporan
berdasarkan permintaan. Laporan ini dapat dihasilkan pada saat ada permintaan khusus.
Misalnya laporan tingkat penjualan barang tertentu yang baru, laporan informasi lokasi
barang tertentu pada perusahaan pengiriman paket seperti Fedex. (3) Laporan khusus
dihasilkan pada situasi khusus atau kebutuhan khusus manajemen. Misalnya laporan
berisi informasi barang yang mendekati minimal stok untuk hindari kehabisan barang
tersebut. Laporan rekor pembelian oleh pelanggan pada tingkat tertentu untuk diberi
penghargaan. Laporan email-email dengan topik khusus yang ditentukan oleh pengambil
keputusan. Laporan-laporan tersebut akan membantu pengambil keputusan pada
organisasi untuk mencapai tujuan.
Laporan-laporan tersebut umumnya dihasilkan pada bagian-bagian organisasi
yang berfungsi secara khusus. Aspek fungsional MIS ini seperti MIS keuangan, MIS
manufaktur, MIS pemasaran, dan MIS SDM. Masing-masing aspek fungsional MIS ini
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
4
menghasilkan laporan-laporan jenis di atas yang berkaitan dengan kegiatannya, dan
dilaporkan kepada manajer di atasnya.
Decision Support System(DSS)
DSS adalah sekumpulan orang, prosedur, software, database dan peralatan yang
digunakan utnuk mendukung pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Fokus
dari DSS adalah efektifitas pengambilan keputusan ketika menghadapi masalah bisnis
yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Seperti halnya MIS dan TPS, DSS juga
dirancang untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.
Contoh DSS untuk perpustakaan adalah ketika pengelola membutuhkan alat untuk
mengetahui jenis buku apa yang perlu dikoleksi lebih berdasarkan kebutuhan pengguna.
Maka DSS akan memberikan jenis buku dan judul-judul buku yang paling sering
digunakan oleh pengguna dalam kurun waktu tertentu dan berdasarkan kelompokkelompok
pengguna. Jumlah buku terkait di perpustakaan juga menjadi salah satu
pertimbangan DSS dalam memberikan hasil. Hasil yang dihasilkan dapat berupa daftar
jenis buku yang sering digunakan beserta ratio jumlah buku dan pengguna.
DSS dalam prosesnya membutuhkan komponen seperti database dan model
base. Database adalah kumpulan tabel yang saling berelasi. Tabel-tabel tersebut berisi
data hasil masukan dari proses TPS misalnya. Sedangkan model base dapat berupa
analisis kuantitatif atau formula matematika yang ditetapkan untuk menghasilkan variasi
model untuk memperlihatkan akibat yang berbeda-beda dari model-model tersebut.
Selain TPS, MIS dan DSS, sistem informasi bisnis lain dapat digolongkan dalam
Specialized IS atau Sistem Informasi Spesial. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah
sistem informasi dengan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan memiliki beberapa
cabang seperti di antaranya Robotika, Vision System, Natural Language Processing, dan
Learning System. Robotika berkaitan dengan penggunaan robot mekanik untuk
mengerjakan tugas-tugas yang didefinisikan oleh sistem. Vision System membantu
merekam dan memanipulasi citra atau gambar. Seperti menganalisis sidik jari dan foto.
Natural language Processing berkaitan dengan pengolahan teks dalam bahasa alami untuk
mendapatkan informasi tertentu. Learning system merupakan kombinasi software dan
hardware yang dapat mengubah reaksi terhadap situasi tertentu, seperti misalnya
software game. Sedangkan Neural Network adalah sistem komputer yang bertindak sperti
atau mensimulasikan fungsi otak manusia.
Dari ketiga jenis sistem informasi bisnis di atas, dapat dibandingkan dalam hal
periode, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, input dan output, dan kompleksitas
dalam proses dan analisis. Dari Gambar 1, dapat dijelaskan bahwa TPS membutuhkan dan
menghasilkan banyak data dari pada Sistem informasi bisnis lain karena itu banyak input
dan output yang terlibat. Banyaknya data karena TPS mengelola hal-hal yang rutin lebih
banyak dari pada sistem informasi bisnis lain. Sangat sedikitnya ringkasan dan analisis
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
5
data pada TPS menyebabkan TPS tidak untuk mendukung pengambilan keputusan.
Sedangkan MIS dan DSS lebih memiliki analisis dan proses yang kompleks untuk
menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan.
Gambar 1: Perbandingan TPS, MIS/DSS, dan Special Information System
E-commerce
E-commerce adalah transaksi pembelian atau penjualan yang dilakukan melalui
Internet, baik oleh pelanggan/konsumen yang membeli barang atau jasa, atau transaksi
antar pelaku bisnis Selain e-commerce konsep lain yang sering terdengar adalah ebusiness.
E-business adalah kegiatan berbisnis di Internet yang tidak saja pembelian,
penjualan dan jasa, tapi juga pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis
(baik individu maupun instansi)
E-commerce adalah cara alternatif untuk menjalankan bisnis dimana transaksi
penjualan atau pembelian terjadi di Internet atau secara eletronik. Salah satu pelaku bisnis
e-commerce yang sukses dan terkenal adalah Amazon.com, eBay dan juga GE Aircarft
Engine. Masing-masing perusahaan memiliki kekhasannya sendiri dalam produk yang
disediakan dan konsumennya. Ada beberapa jenis e-commerce : Business to business,
Business to Customer dan customer to customer.
Business to business adalah tipe e-commerce dimana pihak yang berperan
sebagai penyedia dan pembeli adalah organisasi. Jenis ini berkembang luas dan memberi
banyak kesempatan sejak diawali oleh teknologi sebelumnya, EDI (Electronic Data
Interchange). Produk yang disediakan beragam seperti bahan industri, spare part mobil,
peralatan untuk pesawat terbang.
Business to customer adalah proses bisnis di Internet yang terjadi antara
organisasi sebagai penyedia produk dan konsumen individu sebagai pembeli. Transaksi
dilakukan secara elektronik menggunakan kartu kredit setelah mereka dapat memilih dari
Special IS
MIS/DSS
TPS
Information
data
Routine Decision
Support
Input &
output
Sophistication
and complexity of
processing and
analysis
less More Less More
More less More
less
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
6
sekian banyak penyedia secara nyaman lewat Internet. Amazon.com dan Dell adalah salah
dua perusahaan yang sukses untuk bisnis jenis ini.
Bentuk lain dari e-commerce adalah customer to customer di mana individu
berperan sebagai penyedia produk dan individu lain sebagai pembelinya. Salah satu situs
yang melayani layanan ini adalah e-Bay yang terkenal dengan layanan lelangnya. Layanan
ini membantu para individu tersebut untuk memasang situs tersendiri untuk menawarkan
barang-barangnya melalui koran atau iklan-iklan tradisional. Paling tidak ini adalah
alternatif yang memungkinkan penawaran kepada masyarakat yang lebih luas.
Perusahaan e-commerce memanfaatkan teknologi Internet untuk meningkatkan
kegiatan operasional mereka, seperti pengontrolan gudang, dan pendistribusian selain
transaksi jual beli. Namun demikian dalam operasionalnya berbisnis e-commerce tidaklah
mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi yang berkaitandengan teknologi Internet
dan juga budaya konsumen. Tantangan-tantangan tersebut di antaranya adalah:
1. Mengarahkan kunjungan konsumen ke situs: bagi pemain baru dalam dunia ecommerce/
e-business mempromosikan situsnya adalah satu hal yang penting
untuk dilakukan. Pengguna internet tidak bisa dibujuk untuk mengunjungi situs
tersebut semudah atau dengan cara yang sama dengan jika sebuah department
store atau toko traditional baru yang mengadakan pembukaan awal. Tidak adanya
tatap muka, dan kebebasan pengguna untuk bisa mengakses apapun di Internet
membuat pemilik situs tidak mudah untuk memastikan berapa banyak pengguna
yang “berkunjung” ke situs.
2. Mengarahkan kembali kunjungan konsumen sebelumnya: sama halnya dengan
situasi di atas, bahwa kebebasan akses membuat tidak adanya jaminan bahwa
konsumen yang pernah mengunjungi situs akan mengunjungi lagi. Terlebih
dengan banyaknya situs penjualan lain yang juga mempromosikan diri.
3. Tampil beda dari yang lain: ini merupakan hal penting untuk dilakukan karena
dengan menawarkan hal yang berbeda, atau memberikan layanan khusus
membuat konsumen akan tertarik untuk mencoba membeli atau membeli lagi.
Contoh hal khusus yang dilakukan oleh situs-situs di atas adalah informasi
tambahan dari Amazon tentang buku yang dibeli oleh orang lain sebagai referensi
dan membantu konsumen dalam memilih buku-buku yang relevan dengan yang
dibutuhkan. Sedangkan Ebay yang menawarkan berbagai macam produk dari
berbagai pihak (termasuk perorangan), memberikan layanan lelang online barangbarang
berharga. Peapod sedikit berbeda dalam hal produk yang disediakan yaitu
barang-barang keperluan sehari-hari yang biasanya kita temukan di supermarket
atau pasar.
4. Membuat konsumen membeli: hal ini mungkin yang paling sulit untuk situs-situs
baru karena kepercayaan adalah hal yang penting bagi konsumen. Bagi yang
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
7
sudah biasa berbelanja di satu situs dan merasa aman, maka akan enggan untuk
mencoba beli di situs lain yang mungkin belum terdengar reputasi baiknya.
5. Memadukan situs e-commerce dengan data bisnis yang ada misalnya transaksi
jual beli, transaksi dengan konsumen dan stock: ini membutuhkan keahlian
khusus dan mungkin koneksi khusus dengan pihak-pihak lain sehingga bisa
memberikan informasi yang diperlukan oleh konsumen atau bisa mendapatkan
hasil analisa tentang trend di masa depan melalui data-data yang jumlahnya besar.
Dari penjelasan di atas, sekalipun membangun situs secara fisik bukanlah suatu hal yang
sulit, namun menjalankan bisnis di Internet memerlukan strategi yang berbeda dari bisnis
tradisional.
Sumber Pustaka:
“E- commerce”. Encarta. http://microsoft.encarta.com.
“E-business ”. Encarta. http://microsoft.encarta.com.
Hutchinson, Sarah E, Sawyer, Stacey C.Computers and Information Systems. Irwin. 1996.
Murray, Thomas J.Computer Based Information Systems. Richard D. Irwin. INC 1985.
Stair, Raplh, Reynolds, George.Fundamentals of Information Systems. 3rd Edition. Thomson
Course Technology. 2006.

konsep sistem informasi

Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
1
Konsep Sistem Informasi
Kebutuhan Sistem Informasi
Semua organisasi membutuhkan aliran informasi yang membantu manajer untuk
mengambil bermacam keputusan yang dibutuhkan. Aliran informasi ini diatur dan
diarahkan dalam suatu sistem informasi. Sistem informasi berperan dalam proses
pengambilan keputusan operasional harian sampai perencanaan jangka panjang.
Sebelum komputer ada, sistem informasi sudah menjadi kebutuhan organisasi. Ini
berarti sistem informasi tidak selamanya berbasis komputer. Namun dengan
berkembangnya fungsi komputer, sistem informasi saat ini umumnya didukung penuh
oleh komputer. Dengan demikian istilah sistem informasi lebih sering berarti sistem
informasi berbasis komputer.
Sistem informasi berbasis komputer mempunyai 6 bagian: hardware, software,
data/informasi, proseder, komunikasi dan orang. SI ditentukan dalam perusahaan
bergantung pada sifat dan struktur bisnisnya. Ini berarti SI bersifat modifikatif terhadap
kebutuhan organisasi.
Komponen prosedur dalam SI berkaitan dengan prosedur manual dan prosedur
berbasis komputer serta standar untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna.
Suatu prosedur adalah urutan langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan satu atau
lebih aktifitas pengolahan informasi. Pengolahan informasi ini dapat dikerjakan dengan
pengguna, atau kombinasi pengguna dan staff TI. Suatu bisnis terdiri dari berbagai
macam prosedur yang digabungkan secara logis untuk membentuk suatu sistem.
Sebagai contoh sistem yang umumnya ada dalam suatu organisasi adalah sistem
penggajian, personalia, akuntansi, dan gudang.
Data mengalir dari bermacam sumber seperti : konsumen yang membeli produk
atau layanan, penjual yang menyediakan barang, bank, agen pemerintah, dan agen
asuransi. Sistem informasi membantu organisasi mengolah data tersebut menjadi
informasi yang lengkap dan berguna.
Contoh kasus: Sistem informasi dalam Ekonomi Global pada Boehringer Ingelheim
Jerman.
Boehringer Ingelhiem adalah satu dari 20 perusahaan farmasi terbesar di dunia.
Dengan pendapatan US$7.6 juta dan 32.000 pegawai di 60 negara, perusahaan ini
memiliki beberapa segmen seperti manufaktur dan pemasaran obat, produk industri dan
produk kesehatan hewan. Dengan ukuran yang begitu besar manajemen merasakan
kesulitan untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mengalir. Makin besar
perusahaan, makin lambat aliran informasi.
Manajer tingkat atas mengambil keputusan untuk menerapkan sistem informasi
dari SAP, perusahaan software perusahaan besar. Diperlukan 14 bulan untuk menerapkan
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
2
sistem baru dan melatih para staff menggunakan sistem tersebut. Pada akhirnya investasi
siste informasi ini berbuah baik. Software tersebut menyediakan sistem standar yang
digunakan oleh semua segmen bisnis Boehringer dan informasi disajikan melalui web
yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Dengan sistem, Boehringer mampu
menyediakan laporan bulanan dalam waktu 2 jam tiap bulannya. Sistem tersebut juga
memudahkan bagian keuangan untuk melihat produktifitas dan update laporan setiap kali
dibutuhkan.
Pemanfaatan sistem informasi tidak sampai disitu saja. Boehringer menyediakan
sistem informasi bergerak untuk 1/3 pekerjanya yang bekerja di luar kantor. Dengan
sistem informasi tersebut, informasi penjualan terkini dapat diakses dan diperbarui
dimanapun.
Manajemen
Umumnya manajemen mengacu pada individu-individu dalam organisasi yang
bertanggung jawab untuk memimpin dan mengarahkan perencanaan, pengelolaan,
penyediaan staff, pengawasan dan pengendalian aktifitas bisnis. Kelima fungsi ini adalah
tugas utama manajemen yang dalam penjelasan lebih rinci adalah :
1. Perencanaan kegiatan manajer untuk menentukan tujuan dan membangun
rencana jangka panjang dan pendek untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
2. Pengelolaan struktur organisasi, standar dan prosedur kerja, rancangan kebijakan
untuk melakukan aktifitas bisnis.
3. Penyediaan staff adalah tanggung jawab untuk identifikasi kebutuhan staff,
rekrutmen, pelatihan dan penempatan.
4. Pengawasan mengarah ke pendampingan, bimbingan dan pengawasan terhadap
pekerja atau staff. Ini untuk membuat mereka selalu termotivasi, produktif dan
menghasilkan produk yang sesuai dengan kualitas yang ditentukan.
5. Pengendalian adalah tanggung jawab untuk memonitor kinerja organisasi dan
ekonomi perusahaan serta lingkungan perusahaan sehingga langkah yang diambil
meningkatkan kinerja dan keuntungan perusahaan.
Setiap fungsi-fungsi di atas melibatkan pengambilan keputusan, dan informasi dibutuhkan
untuk dapat mengambil keputusan yang tepat. Untuk itu manajemen menentukan sistem
informasi dan sub sistemnya.
Sistem informasi bisnis untuk mendukung aktifitas-aktifitas bisnis di atas
berkembang dari masa ke masa. Tingkat keterlibatan sistem informasi bisnis berbasis
komputer makin lama makin luas dan dalam. Beberapa sistem informasi bisnis yang
umum diimplementasikan dalam organisasi adalah transaction processing system,
management information system dan decicion support system.
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
3
Transaction ransaction Processing System(TPS)
TPS adalah bisnis proses pertama yang dikomputerisasi dan tanpa IS, pencatatan
dan pengolahan transaksi bisnis akan menghabiskan banyak waktu. TPS juga
menyediakan data untuk pekerja pada bisnis proses lain seperti MIS dan DSS serta ISkhusus.
TPS melayani kebutuhan dasar dari sistem lain.
TPS melakukan operasi rutin seperti pemesanan dan pembayaran yang terjadi
harian atau mingguan. Jumlah dukungan untuk pengambilan keputusan di TPS sangat
rendah. Sistem ini membutuhkan dan menghasilkan banyak data masukan dan keluaran
banyak tanpa pemrosesan yang rumit.
Contoh dari kegiatan TPS adalah transaksi penjualan, transaksi peminjaman VCD,
transaksi peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan. Pendaftaran anggota
baru, pendaftaran mahasiswa baru, dan pembayaran registrasi. Laporan yang dihasilkan
oleh TPS misalnya denda pengembalian buku harian. Daftar matakuliah semester gasal,
dan KRS mahasiswa persemester.
Management Information System
MIS berperan untuk menyediakan informasi yang tepat kepada orang yang tepat
pada waktu yang tepat dalam organisasi. Informasi tersebut digunakan para manajer
untuk mencapai tujuan organisasi. Bentuk dari informasi pada umumnya berupa laporan
untuk mendukung pengambilan keputusan. Laporan-laporan tersebut merupakan hasil
pengolahan data-data yang masuk melalui TPS secara harian ataupun mingguan.
Beberapa jenis laporan yang dihasilkan oleh MIS adalah (1) laporan rutin yang
dibuat secara periodik atau terjadwal baik harian, mingguan atau bulanan. Contoh laporan
adalah laporan penggajian karyawan, laporan harian produksi produk baru, laporan
bulanan kredit pelanggan, laporan pendapatan bulanan, laporan waktu kerja karyawan,
laporan transaksi sirkulasi perpustakaan, laporan pengeluaran bulanan. (2) Laporan
berdasarkan permintaan. Laporan ini dapat dihasilkan pada saat ada permintaan khusus.
Misalnya laporan tingkat penjualan barang tertentu yang baru, laporan informasi lokasi
barang tertentu pada perusahaan pengiriman paket seperti Fedex. (3) Laporan khusus
dihasilkan pada situasi khusus atau kebutuhan khusus manajemen. Misalnya laporan
berisi informasi barang yang mendekati minimal stok untuk hindari kehabisan barang
tersebut. Laporan rekor pembelian oleh pelanggan pada tingkat tertentu untuk diberi
penghargaan. Laporan email-email dengan topik khusus yang ditentukan oleh pengambil
keputusan. Laporan-laporan tersebut akan membantu pengambil keputusan pada
organisasi untuk mencapai tujuan.
Laporan-laporan tersebut umumnya dihasilkan pada bagian-bagian organisasi
yang berfungsi secara khusus. Aspek fungsional MIS ini seperti MIS keuangan, MIS
manufaktur, MIS pemasaran, dan MIS SDM. Masing-masing aspek fungsional MIS ini
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
4
menghasilkan laporan-laporan jenis di atas yang berkaitan dengan kegiatannya, dan
dilaporkan kepada manajer di atasnya.
Decision Support System(DSS)
DSS adalah sekumpulan orang, prosedur, software, database dan peralatan yang
digunakan utnuk mendukung pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Fokus
dari DSS adalah efektifitas pengambilan keputusan ketika menghadapi masalah bisnis
yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Seperti halnya MIS dan TPS, DSS juga
dirancang untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.
Contoh DSS untuk perpustakaan adalah ketika pengelola membutuhkan alat untuk
mengetahui jenis buku apa yang perlu dikoleksi lebih berdasarkan kebutuhan pengguna.
Maka DSS akan memberikan jenis buku dan judul-judul buku yang paling sering
digunakan oleh pengguna dalam kurun waktu tertentu dan berdasarkan kelompokkelompok
pengguna. Jumlah buku terkait di perpustakaan juga menjadi salah satu
pertimbangan DSS dalam memberikan hasil. Hasil yang dihasilkan dapat berupa daftar
jenis buku yang sering digunakan beserta ratio jumlah buku dan pengguna.
DSS dalam prosesnya membutuhkan komponen seperti database dan model
base. Database adalah kumpulan tabel yang saling berelasi. Tabel-tabel tersebut berisi
data hasil masukan dari proses TPS misalnya. Sedangkan model base dapat berupa
analisis kuantitatif atau formula matematika yang ditetapkan untuk menghasilkan variasi
model untuk memperlihatkan akibat yang berbeda-beda dari model-model tersebut.
Selain TPS, MIS dan DSS, sistem informasi bisnis lain dapat digolongkan dalam
Specialized IS atau Sistem Informasi Spesial. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah
sistem informasi dengan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan memiliki beberapa
cabang seperti di antaranya Robotika, Vision System, Natural Language Processing, dan
Learning System. Robotika berkaitan dengan penggunaan robot mekanik untuk
mengerjakan tugas-tugas yang didefinisikan oleh sistem. Vision System membantu
merekam dan memanipulasi citra atau gambar. Seperti menganalisis sidik jari dan foto.
Natural language Processing berkaitan dengan pengolahan teks dalam bahasa alami untuk
mendapatkan informasi tertentu. Learning system merupakan kombinasi software dan
hardware yang dapat mengubah reaksi terhadap situasi tertentu, seperti misalnya
software game. Sedangkan Neural Network adalah sistem komputer yang bertindak sperti
atau mensimulasikan fungsi otak manusia.
Dari ketiga jenis sistem informasi bisnis di atas, dapat dibandingkan dalam hal
periode, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, input dan output, dan kompleksitas
dalam proses dan analisis. Dari Gambar 1, dapat dijelaskan bahwa TPS membutuhkan dan
menghasilkan banyak data dari pada Sistem informasi bisnis lain karena itu banyak input
dan output yang terlibat. Banyaknya data karena TPS mengelola hal-hal yang rutin lebih
banyak dari pada sistem informasi bisnis lain. Sangat sedikitnya ringkasan dan analisis
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
5
data pada TPS menyebabkan TPS tidak untuk mendukung pengambilan keputusan.
Sedangkan MIS dan DSS lebih memiliki analisis dan proses yang kompleks untuk
menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan.
Gambar 1: Perbandingan TPS, MIS/DSS, dan Special Information System
E-commerce
E-commerce adalah transaksi pembelian atau penjualan yang dilakukan melalui
Internet, baik oleh pelanggan/konsumen yang membeli barang atau jasa, atau transaksi
antar pelaku bisnis Selain e-commerce konsep lain yang sering terdengar adalah ebusiness.
E-business adalah kegiatan berbisnis di Internet yang tidak saja pembelian,
penjualan dan jasa, tapi juga pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis
(baik individu maupun instansi)
E-commerce adalah cara alternatif untuk menjalankan bisnis dimana transaksi
penjualan atau pembelian terjadi di Internet atau secara eletronik. Salah satu pelaku bisnis
e-commerce yang sukses dan terkenal adalah Amazon.com, eBay dan juga GE Aircarft
Engine. Masing-masing perusahaan memiliki kekhasannya sendiri dalam produk yang
disediakan dan konsumennya. Ada beberapa jenis e-commerce : Business to business,
Business to Customer dan customer to customer.
Business to business adalah tipe e-commerce dimana pihak yang berperan
sebagai penyedia dan pembeli adalah organisasi. Jenis ini berkembang luas dan memberi
banyak kesempatan sejak diawali oleh teknologi sebelumnya, EDI (Electronic Data
Interchange). Produk yang disediakan beragam seperti bahan industri, spare part mobil,
peralatan untuk pesawat terbang.
Business to customer adalah proses bisnis di Internet yang terjadi antara
organisasi sebagai penyedia produk dan konsumen individu sebagai pembeli. Transaksi
dilakukan secara elektronik menggunakan kartu kredit setelah mereka dapat memilih dari
Special IS
MIS/DSS
TPS
Information
data
Routine Decision
Support
Input &
output
Sophistication
and complexity of
processing and
analysis
less More Less More
More less More
less
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
6
sekian banyak penyedia secara nyaman lewat Internet. Amazon.com dan Dell adalah salah
dua perusahaan yang sukses untuk bisnis jenis ini.
Bentuk lain dari e-commerce adalah customer to customer di mana individu
berperan sebagai penyedia produk dan individu lain sebagai pembelinya. Salah satu situs
yang melayani layanan ini adalah e-Bay yang terkenal dengan layanan lelangnya. Layanan
ini membantu para individu tersebut untuk memasang situs tersendiri untuk menawarkan
barang-barangnya melalui koran atau iklan-iklan tradisional. Paling tidak ini adalah
alternatif yang memungkinkan penawaran kepada masyarakat yang lebih luas.
Perusahaan e-commerce memanfaatkan teknologi Internet untuk meningkatkan
kegiatan operasional mereka, seperti pengontrolan gudang, dan pendistribusian selain
transaksi jual beli. Namun demikian dalam operasionalnya berbisnis e-commerce tidaklah
mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi yang berkaitandengan teknologi Internet
dan juga budaya konsumen. Tantangan-tantangan tersebut di antaranya adalah:
1. Mengarahkan kunjungan konsumen ke situs: bagi pemain baru dalam dunia ecommerce/
e-business mempromosikan situsnya adalah satu hal yang penting
untuk dilakukan. Pengguna internet tidak bisa dibujuk untuk mengunjungi situs
tersebut semudah atau dengan cara yang sama dengan jika sebuah department
store atau toko traditional baru yang mengadakan pembukaan awal. Tidak adanya
tatap muka, dan kebebasan pengguna untuk bisa mengakses apapun di Internet
membuat pemilik situs tidak mudah untuk memastikan berapa banyak pengguna
yang “berkunjung” ke situs.
2. Mengarahkan kembali kunjungan konsumen sebelumnya: sama halnya dengan
situasi di atas, bahwa kebebasan akses membuat tidak adanya jaminan bahwa
konsumen yang pernah mengunjungi situs akan mengunjungi lagi. Terlebih
dengan banyaknya situs penjualan lain yang juga mempromosikan diri.
3. Tampil beda dari yang lain: ini merupakan hal penting untuk dilakukan karena
dengan menawarkan hal yang berbeda, atau memberikan layanan khusus
membuat konsumen akan tertarik untuk mencoba membeli atau membeli lagi.
Contoh hal khusus yang dilakukan oleh situs-situs di atas adalah informasi
tambahan dari Amazon tentang buku yang dibeli oleh orang lain sebagai referensi
dan membantu konsumen dalam memilih buku-buku yang relevan dengan yang
dibutuhkan. Sedangkan Ebay yang menawarkan berbagai macam produk dari
berbagai pihak (termasuk perorangan), memberikan layanan lelang online barangbarang
berharga. Peapod sedikit berbeda dalam hal produk yang disediakan yaitu
barang-barang keperluan sehari-hari yang biasanya kita temukan di supermarket
atau pasar.
4. Membuat konsumen membeli: hal ini mungkin yang paling sulit untuk situs-situs
baru karena kepercayaan adalah hal yang penting bagi konsumen. Bagi yang
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
7
sudah biasa berbelanja di satu situs dan merasa aman, maka akan enggan untuk
mencoba beli di situs lain yang mungkin belum terdengar reputasi baiknya.
5. Memadukan situs e-commerce dengan data bisnis yang ada misalnya transaksi
jual beli, transaksi dengan konsumen dan stock: ini membutuhkan keahlian
khusus dan mungkin koneksi khusus dengan pihak-pihak lain sehingga bisa
memberikan informasi yang diperlukan oleh konsumen atau bisa mendapatkan
hasil analisa tentang trend di masa depan melalui data-data yang jumlahnya besar.
Dari penjelasan di atas, sekalipun membangun situs secara fisik bukanlah suatu hal yang
sulit, namun menjalankan bisnis di Internet memerlukan strategi yang berbeda dari bisnis
tradisional.
Sumber Pustaka:
“E- commerce”. Encarta. http://microsoft.encarta.com.
“E-business ”. Encarta. http://microsoft.encarta.com.
Hutchinson, Sarah E, Sawyer, Stacey C.Computers and Information Systems. Irwin. 1996.
Murray, Thomas J.Computer Based Information Systems. Richard D. Irwin. INC 1985.
Stair, Raplh, Reynolds, George.Fundamentals of Information Systems. 3rd Edition. Thomson
Course Technology. 2006.

konsep sistem informasi

Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
1
Konsep Sistem Informasi
Kebutuhan Sistem Informasi
Semua organisasi membutuhkan aliran informasi yang membantu manajer untuk
mengambil bermacam keputusan yang dibutuhkan. Aliran informasi ini diatur dan
diarahkan dalam suatu sistem informasi. Sistem informasi berperan dalam proses
pengambilan keputusan operasional harian sampai perencanaan jangka panjang.
Sebelum komputer ada, sistem informasi sudah menjadi kebutuhan organisasi. Ini
berarti sistem informasi tidak selamanya berbasis komputer. Namun dengan
berkembangnya fungsi komputer, sistem informasi saat ini umumnya didukung penuh
oleh komputer. Dengan demikian istilah sistem informasi lebih sering berarti sistem
informasi berbasis komputer.
Sistem informasi berbasis komputer mempunyai 6 bagian: hardware, software,
data/informasi, proseder, komunikasi dan orang. SI ditentukan dalam perusahaan
bergantung pada sifat dan struktur bisnisnya. Ini berarti SI bersifat modifikatif terhadap
kebutuhan organisasi.
Komponen prosedur dalam SI berkaitan dengan prosedur manual dan prosedur
berbasis komputer serta standar untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna.
Suatu prosedur adalah urutan langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan satu atau
lebih aktifitas pengolahan informasi. Pengolahan informasi ini dapat dikerjakan dengan
pengguna, atau kombinasi pengguna dan staff TI. Suatu bisnis terdiri dari berbagai
macam prosedur yang digabungkan secara logis untuk membentuk suatu sistem.
Sebagai contoh sistem yang umumnya ada dalam suatu organisasi adalah sistem
penggajian, personalia, akuntansi, dan gudang.
Data mengalir dari bermacam sumber seperti : konsumen yang membeli produk
atau layanan, penjual yang menyediakan barang, bank, agen pemerintah, dan agen
asuransi. Sistem informasi membantu organisasi mengolah data tersebut menjadi
informasi yang lengkap dan berguna.
Contoh kasus: Sistem informasi dalam Ekonomi Global pada Boehringer Ingelheim
Jerman.
Boehringer Ingelhiem adalah satu dari 20 perusahaan farmasi terbesar di dunia.
Dengan pendapatan US$7.6 juta dan 32.000 pegawai di 60 negara, perusahaan ini
memiliki beberapa segmen seperti manufaktur dan pemasaran obat, produk industri dan
produk kesehatan hewan. Dengan ukuran yang begitu besar manajemen merasakan
kesulitan untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mengalir. Makin besar
perusahaan, makin lambat aliran informasi.
Manajer tingkat atas mengambil keputusan untuk menerapkan sistem informasi
dari SAP, perusahaan software perusahaan besar. Diperlukan 14 bulan untuk menerapkan
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
2
sistem baru dan melatih para staff menggunakan sistem tersebut. Pada akhirnya investasi
siste informasi ini berbuah baik. Software tersebut menyediakan sistem standar yang
digunakan oleh semua segmen bisnis Boehringer dan informasi disajikan melalui web
yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Dengan sistem, Boehringer mampu
menyediakan laporan bulanan dalam waktu 2 jam tiap bulannya. Sistem tersebut juga
memudahkan bagian keuangan untuk melihat produktifitas dan update laporan setiap kali
dibutuhkan.
Pemanfaatan sistem informasi tidak sampai disitu saja. Boehringer menyediakan
sistem informasi bergerak untuk 1/3 pekerjanya yang bekerja di luar kantor. Dengan
sistem informasi tersebut, informasi penjualan terkini dapat diakses dan diperbarui
dimanapun.
Manajemen
Umumnya manajemen mengacu pada individu-individu dalam organisasi yang
bertanggung jawab untuk memimpin dan mengarahkan perencanaan, pengelolaan,
penyediaan staff, pengawasan dan pengendalian aktifitas bisnis. Kelima fungsi ini adalah
tugas utama manajemen yang dalam penjelasan lebih rinci adalah :
1. Perencanaan kegiatan manajer untuk menentukan tujuan dan membangun
rencana jangka panjang dan pendek untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
2. Pengelolaan struktur organisasi, standar dan prosedur kerja, rancangan kebijakan
untuk melakukan aktifitas bisnis.
3. Penyediaan staff adalah tanggung jawab untuk identifikasi kebutuhan staff,
rekrutmen, pelatihan dan penempatan.
4. Pengawasan mengarah ke pendampingan, bimbingan dan pengawasan terhadap
pekerja atau staff. Ini untuk membuat mereka selalu termotivasi, produktif dan
menghasilkan produk yang sesuai dengan kualitas yang ditentukan.
5. Pengendalian adalah tanggung jawab untuk memonitor kinerja organisasi dan
ekonomi perusahaan serta lingkungan perusahaan sehingga langkah yang diambil
meningkatkan kinerja dan keuntungan perusahaan.
Setiap fungsi-fungsi di atas melibatkan pengambilan keputusan, dan informasi dibutuhkan
untuk dapat mengambil keputusan yang tepat. Untuk itu manajemen menentukan sistem
informasi dan sub sistemnya.
Sistem informasi bisnis untuk mendukung aktifitas-aktifitas bisnis di atas
berkembang dari masa ke masa. Tingkat keterlibatan sistem informasi bisnis berbasis
komputer makin lama makin luas dan dalam. Beberapa sistem informasi bisnis yang
umum diimplementasikan dalam organisasi adalah transaction processing system,
management information system dan decicion support system.
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
3
Transaction ransaction Processing System(TPS)
TPS adalah bisnis proses pertama yang dikomputerisasi dan tanpa IS, pencatatan
dan pengolahan transaksi bisnis akan menghabiskan banyak waktu. TPS juga
menyediakan data untuk pekerja pada bisnis proses lain seperti MIS dan DSS serta ISkhusus.
TPS melayani kebutuhan dasar dari sistem lain.
TPS melakukan operasi rutin seperti pemesanan dan pembayaran yang terjadi
harian atau mingguan. Jumlah dukungan untuk pengambilan keputusan di TPS sangat
rendah. Sistem ini membutuhkan dan menghasilkan banyak data masukan dan keluaran
banyak tanpa pemrosesan yang rumit.
Contoh dari kegiatan TPS adalah transaksi penjualan, transaksi peminjaman VCD,
transaksi peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan. Pendaftaran anggota
baru, pendaftaran mahasiswa baru, dan pembayaran registrasi. Laporan yang dihasilkan
oleh TPS misalnya denda pengembalian buku harian. Daftar matakuliah semester gasal,
dan KRS mahasiswa persemester.
Management Information System
MIS berperan untuk menyediakan informasi yang tepat kepada orang yang tepat
pada waktu yang tepat dalam organisasi. Informasi tersebut digunakan para manajer
untuk mencapai tujuan organisasi. Bentuk dari informasi pada umumnya berupa laporan
untuk mendukung pengambilan keputusan. Laporan-laporan tersebut merupakan hasil
pengolahan data-data yang masuk melalui TPS secara harian ataupun mingguan.
Beberapa jenis laporan yang dihasilkan oleh MIS adalah (1) laporan rutin yang
dibuat secara periodik atau terjadwal baik harian, mingguan atau bulanan. Contoh laporan
adalah laporan penggajian karyawan, laporan harian produksi produk baru, laporan
bulanan kredit pelanggan, laporan pendapatan bulanan, laporan waktu kerja karyawan,
laporan transaksi sirkulasi perpustakaan, laporan pengeluaran bulanan. (2) Laporan
berdasarkan permintaan. Laporan ini dapat dihasilkan pada saat ada permintaan khusus.
Misalnya laporan tingkat penjualan barang tertentu yang baru, laporan informasi lokasi
barang tertentu pada perusahaan pengiriman paket seperti Fedex. (3) Laporan khusus
dihasilkan pada situasi khusus atau kebutuhan khusus manajemen. Misalnya laporan
berisi informasi barang yang mendekati minimal stok untuk hindari kehabisan barang
tersebut. Laporan rekor pembelian oleh pelanggan pada tingkat tertentu untuk diberi
penghargaan. Laporan email-email dengan topik khusus yang ditentukan oleh pengambil
keputusan. Laporan-laporan tersebut akan membantu pengambil keputusan pada
organisasi untuk mencapai tujuan.
Laporan-laporan tersebut umumnya dihasilkan pada bagian-bagian organisasi
yang berfungsi secara khusus. Aspek fungsional MIS ini seperti MIS keuangan, MIS
manufaktur, MIS pemasaran, dan MIS SDM. Masing-masing aspek fungsional MIS ini
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
4
menghasilkan laporan-laporan jenis di atas yang berkaitan dengan kegiatannya, dan
dilaporkan kepada manajer di atasnya.
Decision Support System(DSS)
DSS adalah sekumpulan orang, prosedur, software, database dan peralatan yang
digunakan utnuk mendukung pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Fokus
dari DSS adalah efektifitas pengambilan keputusan ketika menghadapi masalah bisnis
yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Seperti halnya MIS dan TPS, DSS juga
dirancang untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.
Contoh DSS untuk perpustakaan adalah ketika pengelola membutuhkan alat untuk
mengetahui jenis buku apa yang perlu dikoleksi lebih berdasarkan kebutuhan pengguna.
Maka DSS akan memberikan jenis buku dan judul-judul buku yang paling sering
digunakan oleh pengguna dalam kurun waktu tertentu dan berdasarkan kelompokkelompok
pengguna. Jumlah buku terkait di perpustakaan juga menjadi salah satu
pertimbangan DSS dalam memberikan hasil. Hasil yang dihasilkan dapat berupa daftar
jenis buku yang sering digunakan beserta ratio jumlah buku dan pengguna.
DSS dalam prosesnya membutuhkan komponen seperti database dan model
base. Database adalah kumpulan tabel yang saling berelasi. Tabel-tabel tersebut berisi
data hasil masukan dari proses TPS misalnya. Sedangkan model base dapat berupa
analisis kuantitatif atau formula matematika yang ditetapkan untuk menghasilkan variasi
model untuk memperlihatkan akibat yang berbeda-beda dari model-model tersebut.
Selain TPS, MIS dan DSS, sistem informasi bisnis lain dapat digolongkan dalam
Specialized IS atau Sistem Informasi Spesial. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah
sistem informasi dengan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan memiliki beberapa
cabang seperti di antaranya Robotika, Vision System, Natural Language Processing, dan
Learning System. Robotika berkaitan dengan penggunaan robot mekanik untuk
mengerjakan tugas-tugas yang didefinisikan oleh sistem. Vision System membantu
merekam dan memanipulasi citra atau gambar. Seperti menganalisis sidik jari dan foto.
Natural language Processing berkaitan dengan pengolahan teks dalam bahasa alami untuk
mendapatkan informasi tertentu. Learning system merupakan kombinasi software dan
hardware yang dapat mengubah reaksi terhadap situasi tertentu, seperti misalnya
software game. Sedangkan Neural Network adalah sistem komputer yang bertindak sperti
atau mensimulasikan fungsi otak manusia.
Dari ketiga jenis sistem informasi bisnis di atas, dapat dibandingkan dalam hal
periode, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, input dan output, dan kompleksitas
dalam proses dan analisis. Dari Gambar 1, dapat dijelaskan bahwa TPS membutuhkan dan
menghasilkan banyak data dari pada Sistem informasi bisnis lain karena itu banyak input
dan output yang terlibat. Banyaknya data karena TPS mengelola hal-hal yang rutin lebih
banyak dari pada sistem informasi bisnis lain. Sangat sedikitnya ringkasan dan analisis
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
5
data pada TPS menyebabkan TPS tidak untuk mendukung pengambilan keputusan.
Sedangkan MIS dan DSS lebih memiliki analisis dan proses yang kompleks untuk
menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan.
Gambar 1: Perbandingan TPS, MIS/DSS, dan Special Information System
E-commerce
E-commerce adalah transaksi pembelian atau penjualan yang dilakukan melalui
Internet, baik oleh pelanggan/konsumen yang membeli barang atau jasa, atau transaksi
antar pelaku bisnis Selain e-commerce konsep lain yang sering terdengar adalah ebusiness.
E-business adalah kegiatan berbisnis di Internet yang tidak saja pembelian,
penjualan dan jasa, tapi juga pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis
(baik individu maupun instansi)
E-commerce adalah cara alternatif untuk menjalankan bisnis dimana transaksi
penjualan atau pembelian terjadi di Internet atau secara eletronik. Salah satu pelaku bisnis
e-commerce yang sukses dan terkenal adalah Amazon.com, eBay dan juga GE Aircarft
Engine. Masing-masing perusahaan memiliki kekhasannya sendiri dalam produk yang
disediakan dan konsumennya. Ada beberapa jenis e-commerce : Business to business,
Business to Customer dan customer to customer.
Business to business adalah tipe e-commerce dimana pihak yang berperan
sebagai penyedia dan pembeli adalah organisasi. Jenis ini berkembang luas dan memberi
banyak kesempatan sejak diawali oleh teknologi sebelumnya, EDI (Electronic Data
Interchange). Produk yang disediakan beragam seperti bahan industri, spare part mobil,
peralatan untuk pesawat terbang.
Business to customer adalah proses bisnis di Internet yang terjadi antara
organisasi sebagai penyedia produk dan konsumen individu sebagai pembeli. Transaksi
dilakukan secara elektronik menggunakan kartu kredit setelah mereka dapat memilih dari
Special IS
MIS/DSS
TPS
Information
data
Routine Decision
Support
Input &
output
Sophistication
and complexity of
processing and
analysis
less More Less More
More less More
less
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
6
sekian banyak penyedia secara nyaman lewat Internet. Amazon.com dan Dell adalah salah
dua perusahaan yang sukses untuk bisnis jenis ini.
Bentuk lain dari e-commerce adalah customer to customer di mana individu
berperan sebagai penyedia produk dan individu lain sebagai pembelinya. Salah satu situs
yang melayani layanan ini adalah e-Bay yang terkenal dengan layanan lelangnya. Layanan
ini membantu para individu tersebut untuk memasang situs tersendiri untuk menawarkan
barang-barangnya melalui koran atau iklan-iklan tradisional. Paling tidak ini adalah
alternatif yang memungkinkan penawaran kepada masyarakat yang lebih luas.
Perusahaan e-commerce memanfaatkan teknologi Internet untuk meningkatkan
kegiatan operasional mereka, seperti pengontrolan gudang, dan pendistribusian selain
transaksi jual beli. Namun demikian dalam operasionalnya berbisnis e-commerce tidaklah
mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi yang berkaitandengan teknologi Internet
dan juga budaya konsumen. Tantangan-tantangan tersebut di antaranya adalah:
1. Mengarahkan kunjungan konsumen ke situs: bagi pemain baru dalam dunia ecommerce/
e-business mempromosikan situsnya adalah satu hal yang penting
untuk dilakukan. Pengguna internet tidak bisa dibujuk untuk mengunjungi situs
tersebut semudah atau dengan cara yang sama dengan jika sebuah department
store atau toko traditional baru yang mengadakan pembukaan awal. Tidak adanya
tatap muka, dan kebebasan pengguna untuk bisa mengakses apapun di Internet
membuat pemilik situs tidak mudah untuk memastikan berapa banyak pengguna
yang “berkunjung” ke situs.
2. Mengarahkan kembali kunjungan konsumen sebelumnya: sama halnya dengan
situasi di atas, bahwa kebebasan akses membuat tidak adanya jaminan bahwa
konsumen yang pernah mengunjungi situs akan mengunjungi lagi. Terlebih
dengan banyaknya situs penjualan lain yang juga mempromosikan diri.
3. Tampil beda dari yang lain: ini merupakan hal penting untuk dilakukan karena
dengan menawarkan hal yang berbeda, atau memberikan layanan khusus
membuat konsumen akan tertarik untuk mencoba membeli atau membeli lagi.
Contoh hal khusus yang dilakukan oleh situs-situs di atas adalah informasi
tambahan dari Amazon tentang buku yang dibeli oleh orang lain sebagai referensi
dan membantu konsumen dalam memilih buku-buku yang relevan dengan yang
dibutuhkan. Sedangkan Ebay yang menawarkan berbagai macam produk dari
berbagai pihak (termasuk perorangan), memberikan layanan lelang online barangbarang
berharga. Peapod sedikit berbeda dalam hal produk yang disediakan yaitu
barang-barang keperluan sehari-hari yang biasanya kita temukan di supermarket
atau pasar.
4. Membuat konsumen membeli: hal ini mungkin yang paling sulit untuk situs-situs
baru karena kepercayaan adalah hal yang penting bagi konsumen. Bagi yang
Pengantar Teknologi Informasi Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
7
sudah biasa berbelanja di satu situs dan merasa aman, maka akan enggan untuk
mencoba beli di situs lain yang mungkin belum terdengar reputasi baiknya.
5. Memadukan situs e-commerce dengan data bisnis yang ada misalnya transaksi
jual beli, transaksi dengan konsumen dan stock: ini membutuhkan keahlian
khusus dan mungkin koneksi khusus dengan pihak-pihak lain sehingga bisa
memberikan informasi yang diperlukan oleh konsumen atau bisa mendapatkan
hasil analisa tentang trend di masa depan melalui data-data yang jumlahnya besar.
Dari penjelasan di atas, sekalipun membangun situs secara fisik bukanlah suatu hal yang
sulit, namun menjalankan bisnis di Internet memerlukan strategi yang berbeda dari bisnis
tradisional.
Sumber Pustaka:
“E- commerce”. Encarta. http://microsoft.encarta.com.
“E-business ”. Encarta. http://microsoft.encarta.com.
Hutchinson, Sarah E, Sawyer, Stacey C.Computers and Information Systems. Irwin. 1996.
Murray, Thomas J.Computer Based Information Systems. Richard D. Irwin. INC 1985.
Stair, Raplh, Reynolds, George.Fundamentals of Information Systems. 3rd Edition. Thomson
Course Technology. 2006.

Selasa, 24 Mei 2011

akuntansi guwe

Makalah ini membahas Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan serta keterkaitan diantara keduanya.
DEFINISI AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN

Akuntansi manajemen adalah disiplin ilmu yang berkenaan dengan penggunaan informasi akuntansi oleh para manajemen dan pihak-pihak internal lainnya untuk keperluan penghitungan biaya produk, perencanaan, pengendalian dan evaluasi, serta pengambilan keputusan. Adapun tujuan instruksional umum dari mata kuliah ini adalah mahasiswa diharapkan dapat mengevaluasi dan merekayasa sistem akuntansi manajemen yang cocok dengan kondisi operasi dan strategi organisasi.

Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aktiva = Kewajiban + Modal). Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984. (Wikipedia)

SEJARAH AKUNTANSI MANAJEMEN
Pada tahun 1880an, perusahaan manufaktur di Amerika mulai berkonsentrasi dalam pengembangan teknologi produksi yang berkapasitas besar. Para manajer dan insinyur pada perusahaan metal telah mengembangkan prosedur untuk menghitung relevant product cost yang disebut scientific management. Prosedur ini digunakan untuk menganalisis produktivitas dan laba suatu produk. Akan tetapi seiring berkembangnya pemikiran akuntansi maka setelah tahun 1914 prosedur tersebut mulai hilang dari praktik akuntansi perusahaan.

Setelah Perang Dunia I, terdapat peraturan akuntansi keuangan yang mempunyai dampak berkurangnya informasi akuntansi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja bawahan dalam perusahaan besar (lost relevance). Sampai tahun 1920an, semua manajer percaya pada informasi yang berhubungan dengan proses produksi utama, transaksi dan even yang menghasilkan jumlah nominal pada laporan keuangan. Setelah tahun 1925, informasi yang digunakan oleh manajer menjadi lebih sederhana dan banyak perusahaan manufaktur di Amerika telah mengembangkan prosedur akuntansi manajemen seperti yang dikenal sekarang.

Selama kurun waktu lebih dari enam puluh tahun, akuntan akademisi berusaha untuk mengembalikan relevansi antara informasi kos akunting dengan informasi akuntansi keuangan. Usaha tersebut menggunakan model perusahaan manufaktur sederhana, sejenis dengan perusahaan tekstil abad 19, dan dalam rangka mengatasi masalah produksi, akademisi menyusun ulang informasi pelaporan kos persediaan. Meskipun demikian, model tersebut terlalu sederhana untuk menjelaskan masalah nyata yang dihadapi oleh manajer akan tetapi hal tersebut dimahfumkan dalam rangka mempermudah bagaimana informasi kos yang berasal dari laporan keuangan dapat dibuat relevan dengan pengambilan keputusan (kos manajemen).

Mulai tahun 1980an sampai sekarang, akuntansi manajemen mengalami masa perkembangan yang pesat dengan perannya sebagai pendamping akuntansi keuangan.

Johnson dan Kaplan menuliskannya dengan indah dalam “Relevance Lost: The Rise and Fall of Management Accounting”. Buku yang cukup layak baca untuk memahami tentang akuntansi manajemen.

KRISIS DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN
Bob Eiler dan Tom Cucuzza

Selama beberapa bulan lalu, profesi akuntansi mengalami peristiwa dan perubahan besar, yang kebanyakan hanya berfokus pada kinerja dan isu akuntansi keuangan ( seperti aturan-aturan akuntansi keuangan yang kompleks, aspek etis dalam profesi dan sebagainya). Sedangkan dalam jurnal yang kami ambil berargumen bahwa krisis dalam akuntansi manajemen sama besar dengan krisis dalam akuntansi keuangan. Maka dapat disimpulkan dengan kaitannya krisis yang terjadi pada akuntansi manajemen adalah :

A. DARI FAKTOR PENGGUNANYA
Dalam akuntansi manajemen tradisional hanya berfokus pada penyediaan kepada pengguna internal seperti pabrik, divisi, atau lingkungan internal perusahaan dan tidak mengikuti perluasan ekonomi perusahaan, terutama pada bagian eksternal dari bisnis yang terdiri dari persediaan, joint venture, dan tujuan khusus perusahaan yang lain. Seiring dengan tuntutan global lebih diperhatikan focus pada kemampuan akuntansi manajemen untuk mengukur dan mengevaluasi secara internal dan eksternal bidang-bidang dalam perusahaan guna mengoptimalisasikan keputusan yang akan diambil oleh pihak eksternal. Pihak-pihak tersebut adalah :

1. Pihak internal
Pihak internal adalah pihak yang berada dalam struktur organisasi. Manajemen adalah pihak yang paling membutuhkan laporan akuntansi yang tepat dan akurat untuk mengambil keputusan yang baik dan benar. Contohnya seperti manajer yang melihat posisi keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untuk kantor cabang baru atau tidak.

2. Pihak eksternal
a. Investor
Investor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk menentukan apakah akan menanamkan modalnya atau tidak. Jika dalam prediksi investor akan memberikan keuntungan yang baik, maka investor akan menyetorkan modal ke perusahaan, dan begitu juga sebaliknya.

b. Pemegang saham / pemilik perusahaan
Para pemilik perusahaan yang mempunyai bagian saham perusahaan membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk dapat mengetahui sejauh mana kemajuan atau kemunduran yang dialami perusahaan. Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari dividen yang akan semakin besar jika perusahaan untung besar.

c. Pemerintah
Besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau organisasi kepada pemerintah sebagaian besar berdasarkan atas informasi pada laporan keuangan perusahaan.

d. Kreditur
Jika perusahaan sedang terdesak dan membutuhkan dana segar perusahaan mungkin akan meminjam uang pada kreditor seperti meminjam uang di bank, berhutang barang pada supplyer / pemasok. Kreditur akan memberikan dana jika perusahaan memiliki kondisi keuangan yang baik dan tidak akan memiliki potensi yang besar untuk merugi.

e. Pihak lainnya
Sebenarnya masih banyak pihak lain dari luar perusahaan perusahaan yang mungkin saja akan menggunakan laporan / informasi akuntansi suatu organisasi seperti para karyawan, serikat pekerja, auditor akuntan publik, polisi, pelajar / mahasiswa, wartawan, dan banyak lagi lainnya.

B. DARI FAKTOR PEMBATASAN PADA MASUKAN DAN PROSES
Akuntansi manajemen tidak tergantung pada prinsip-prinsip akuntansi. SEC dan FASB menetapkan prosedur akuntansi yang harus di dikuti untuk laporan keuangan.masukan dan prosess dari akuntansi keuangan harus jelas dan terbatas. Hanya kegiatan-kegiatan ekonomi tertentu yang memenuhi kualifikasi sebagai masukan dan proses, harus mengikuti metode yang di terima oleh umum. Tidak seperti akuntansi keuangan, akuntansi manajemen tidak mempunyai lembaga khusus yang mengatur format, isi, aturan dalam memilih masukan serta proses, dan penyusunan laporan keuangan. Manajer bebas memilih informasi yang apa pun yang mereka inginkan-penyediaanya dapat di benarkan atas dasar analisis biaya-mamfaat (cost-benefit analysis).

Dewasa ini pembebanan biaya secara konvensional sudah mulai ditinggalkan dan beralih ke pembebanan biaya berdasarkan aktivitas/activity based costing system (ABC-system). Dalam perkembangan akuntansi manajemen banyak sekali isu kontemporer dalam teknik-teknik manajemen mulai diterapkan, seperti metode just in time (JIT), total quality management (TQM), target costing, dan orientasi pelanggan.

Penilaian kinerja manajer saat ini sudah mulai mengalami pergeseran. Jika dahulu menilai kinerja seorang manajer cukup hanya dari perspektif keuangan, tetapi sekarang untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif harus dari dua perspektif yang dikenal dengan istilah balanced scorecard. Penilaian kinerja akan dilakukan dari dua sisi, yaitu keuangan (financial) dan non financial seperti penilaian pelanggan/ customer, pertumbuhan dan pembelajaran, serta proses bisnis internal.

Balanced scorecard merupakan isu-isu terbaru dalam akuntansi manajemen. Balanced scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategic yang menjabarkan misi dan strategi suatu organisasi ke dalam tujuan operasional dan tolak ukur kinerja untuk empat perspektif yang berbeda, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.

C. JENIS INFORMASI
Tipe informasi akuntansi manajemen :
Informasi akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan tiga hal, yaitu obyek informasi (produk, departemen, aktivitas), alternatif yang akan dipilih, dan wewenang manajer. Oleh karena itu, informasi akuntansi manajemen dibagi menjadi tiga tipe informasi:

1. Informasi Akuntansi Penuh (Full Accounting Information).
Informasi akuntansi penuh mencakup informasi masa lalu maupun informasi masa yang akan datang. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa lalu bermanfaat untuk pelaporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar perusahaan, analisis kemampuan menghasilkan laba, pemberian jawaban atas pertanyaan “berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu”, dan penentuan harga jual dalam cost type contract.
Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang akan datang bermanfaat untuk penyusunan program, penentuan harga jual normal, penentuan harga transfer, dan penentuan harga jual yang diatur oleh pemerintah.

2. Informasi Akuntansi Diferensial (Differential Accounting Information).
Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan/atau biaya dalam alternatif tindakan yang lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok, yaitu merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda di antara alternatif yang dihadapi oleh pengambil keputusan. Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan biaya disebut biaya diferensial (differential costs), yang hanya bersangkutan dengan pendapatan disebut pendapatan diferensial (differential revenue), dan yang bersangkutan dengan aktiva disebut aktiva diferensial (differential assets).

3. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (Responbility Accounting )
Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi yang penting dalam proses pengendalian manajemen karena informasi tersebut menenkankan hubungan antara informasi keuangan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya. Informasi akuntansi pertanggungjawaban dengan demikian merupakan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.

Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh suatu kriteria formal yang menjelaskan sifat dari masukan, proses dan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan berdasarkan pada tujuan yang hendak dicapai manajemen.
Tujuan umum sistem akuntansi manajemen:
  1. Menyediakan informasi yang diperlukan dalam penghitungan harga pokok jasa,produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja. Jadi, informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahapmanajemen, termasuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.

Informasi Akuntansi Keuangan
Informasi akuntansi keuangan adalah informasi bertujuan umum (general purposes) yang disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Informasi ini digunakan untuk pihak internal dan eksternal. Informasi Akuntansi Keuangan disajikan dengan asumsi bahwa informasi yang dibutuhkan investor, kreditor, calon investor dan kreditor, manajemen, pemerintah, dan sebagainya dapat mewakili kebutuhan informasi pihak lain selain investor dan kreditor. Dengan demikian dibutuhkan satu informasi seragam untuk semua pihak yang berkepentingan dengan bisnis perusahaan. Pada umumnya, Informasi Akuntansi Keuangan disusun dan dilaporkan secara periodik sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen terhadap informasi yang tepat waktu. Selain itu, Informasi Akuntansi Keuangan disajikan dengan format yang terlalu kaku sehingga kurang mampu memenuhi informasi yang dibutuhkan manajemen.
Menurut Statement of Financial Accounting (SFAC) No. 2 karakteristik kualitatif dari informasi keuangan adalah sebagai berikut :

1. Relevan maksudnya adalah kapasitas informasi yang dapat mendorong suatu keputusan apabila dimanfaatkan oleh pemakai untuk kepentingan memprediksi hasil di masa depan yang berdasarkan kejadian waktu lalu dan sekarang. Ada tiga karakteristik utama, yaitu:
  • Ketepatan waktu (timeliness), yaitu informasi yang siap digunakan para pemakai sebelum kehilangan makna dan kapasitas dalam pengambilan keputusan.
  • Nilai prediktif (predictive value), yaitu informasi dapat membantu pemakai dalam membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadian yang lalu, sekarang dan masa depan.
  • Umpan balik (feedback value), yaitu kualitas informasi yang memngkinkan pemakai dapat mengkonfirmasikan ekspektasinya yang telah terjadi di masa lalu.

2. Reliable, maksudnya adalah kualitas informasi yang dijamin bebas dari kesalahan dan penyimpangan atau bias serta telah dinilai dan disajikan secara layak sesuai dengan tujuannya. Reliable mempunyai tiga karakteristik utama, yaitu:
  • Dapat diperiksa (veriviability), yaitu konsensus dalam pilihan pengukuran akuntansi yang dapat dinilai melalui kemampuannya untuk meyakinkan bahwa apakah informasi yang disajikan berdasarkan metode tertentu memberikan hasil yang sama apabila diverivikasi dengan metode yang sama oleh pihak independen.
  • Kejujuran penyajian (representation faithfulness), yaitu adanya kecocokan antara angka dan diskripsi akunatnsi serta sumber-sumbernya.
  • Netralitas (neutrality), informasi keuangan yang netral diperuntukkan bagi kebutuhan umum para pemakai dan terlepas dari anggapan mengenai kebutuhan tertentu dan keinginan tertrentu para pemakai khusus informasi.

3. Daya Banding (comparability), informasi keuangan yang dapat dibandingkan menyajikan kesamaan dan perbedaan yang timbul dari kesamaan dasar dan perbedaan dasar dalam perusahaan dan transaksinya dan tidak semata-mata dari perbedaan perlakuan akuntansinya.
4. Konsistensi (consistency), yaitu keseragaman dalam penetapan kebijaksanaan dan prosedur akuntansi yang tidak berubah dari periode ke periode.

D. ORIENTASI WAKTU
Akuntansi keuangan lebih cenderung ke orientasi masa lalu dan dilaporkan setelah kejadian tersebut terjadi. Meskipun akuntansi manajemen juga dicatat dan dilaporkan setelah kejadian tersebut berlangsung. Hal tersebut secara kuat menegaskan penyediaan informasi. Manajemen, sebagai contoh, tidak hanya ingin tahu berapa biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi, tetapi juga ingin mengetahui biaya apa saja yang akan dikeluarkan untuk memproduksi sebuah produk. Dengan mengetahui biaya apa saja yang digunakan untuk sebuah produksi tersebut dapat membantu perencanaan pembelian bahan baku dan penetapan harga, disamping hal-hal lainnya. Orientasi masa depan ini digunakan untuk mendukung perencanaan manajerial dan pengambilan keputusan.

Dalam artikel ini banyak kritik mengatakan bahwa akuntansi manajemen telah menjadi berorientasi jangka pendek. Sebuah perusahaan membutuhkan kebenaran informasi untuk mengukur kinerja perusahaan secara efektif, oleh karena itu pada balance scorecard seharusnya tidak hanya satu laporan saja yang menjelaskan apa yang terjadi tetapi harus berdasar pada variabilitas factor kunci yang berdampak pada kinerja ekonomi perusahaan di masa yang akan datang. Dan perusahaan sering tidak melaporkan keseluruhan secara internal untuk memahami tujuan perusahaan jangka panjang. Sehingga tidak ada gambaran seluruh perusahaan, yang pada akhirnya menyebabkan krisis di akuntansi manajemen

E. TINGKAT AGREGASI
Akuntansi manajemen menyediakan ukuran dan laporan internal yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, lini produk, departemen, dan manajer. Intinya informasi yang sangat terinci di butuhkan dan disediakan. Akuntansi keuangan di lain pihak memfokuskan pada kinerja perusahaan secara keseluruhan dan memberikan sudut pandang yang lebih agregat.
Ada beberapa tahap dalam mengukur kinerja internal :

1. Melaporkan pendapatan bersih atas pembelian material di garis awal pada pelaporan manajemen dan menggunakan biaya modal untuk asset-asset. Dalam tahap ini menggunakan dasar,laporan laba rugi perusahaan terdiri dari beberapa komponen :
Pendapatan kotor
(-) biaya bahan baku (BBB)
Pendapatan setelah BBB
Penyesuaian pendapatan (kembalian ,diskon)
Pendapatan bersih setelah BBB
Biaya internal dan outsource
Margin operasi
Interest (cost of capital x asset bersih)
Laba bersih sebelum pajak
Pajak
Laba bersih setelah pajak

2. Untuk tujuan pengukuran kinerja internal,presentasi margin seharusnya di laporkan adalah laba bersih setelah pajak atas pendapatan bersih setelah BBB.

3. Laporan ukuran tambahan (operating leverage), yang mengukur perubahan persentase laba bersih antar dua periode atas perubahan persentase pendapatan bersih sehingga mencapai economies of scale yang positif.

4. Focus pada aktivitas outsource, seperti biaya teknologi informasi. Ukuran dari total biaya aktivitas outsource tidak hanya yang tercantum dalam tagihan tapi juga termasuk biayadari aktivitas internal seperti utang dagang, pengadaan barang, dan manajemen yang diperlukan untuk mendukung aktivitas outsource.
Sedangkan untuk elemen pelaporan eksternal bisa digambarkan sbb :

F. KELUASAN
Akuntansi manajemen jauh lebih luas daripada akuntansi keuangan. Akuntansi manajemen meliputi aspek-aspek ekonomi manajerial, rekayasa industry (industial reengineering), ilmu manajemen, dan juga bidang-bidang lainnya.
Keluasan pada akuntansi manajemen memiliki sifat objektivitas dan keberdayaujian yang relative tidak sepenting akuntansi keuangan, karena pada akuntansi manajemen berorientasi pada masa depan dan tidak mempengaruhi pihak luar. Keputusan yang diambil pada akmen hanya berdasarkan pada informasi taksiran (perkiraan atau amatan), tanpa melihat terlebih dahulu realitas yang sebenarnya terjadi. Oleh karena itu, keputusan yang diambil haruslah cepat sebagai tindakan yang akan dilakukan dari hasil amatan yang diperoleh. Dengan kata lain, tindakan yang diambil berupa tindakan preventif. Yakni, mencoba menaksir apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang pada jangka pendek, meresponnya dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar

nama